Sebenarnya tidak tetapi ada rasa yang tidak nyaman, yang tidak di ungkapan kata kata. kecewa mungkin, menyesal juga tak bisa karna aku yang telah memilih. Sebenarnya aku tlah memilih. Seandainya dulu kau lebih bersungguh sungguh dan lebih meluangkan waktumu. Karna banyak hal yang saling beda antara kita, banyak situasiku yang tak kau mengerti.
Aku bukannya sombong dan mengacuhkanmu, tapi kau tak banyak mengerti tentang keadaanku dan tak banyak berusaha. Aku hanya setitik kecil wanita yang singgah dihatimu yang sebenarnya tak pernah kau pikir.
Hanya sedikit kenangan tentang kita.
Saat kau selalu menghubungiku. Pesan dan perhatianmu begitu kuhargai, Saat kau mengantarku masuk ke ruang seminar kampusku, saat pertama kali aku mengijakkan kaki sebagai mahasiswa,
Saat kau menjemputku dari kampus di saat masa orientasi dan mengajakku berbuka puasa.
Dan beberapa kali kita janjian untuk menonton bersama tetapi semuanya batal karena keadaanku.
Saat di tengah-tengah kesibukanmu saat pernikahan kakakmu kau masih menghubungiku, dan saat ku panjaatkan doaku tentangmu yang tak akan kulupa.
Kemarin hari berbagiamu,
Hari dimana kau tlah menjadi seorang pemimpin keluarga,
Menjadi imam untuk istrimu,
Menjadi lelaki yang Sesungguhnya.
Selamat menikah kamu yang tak pernah akan mengingatku,
Selamat menikah sepupu dari sahabatku.
Sakinah, Mawaddah dan Warahma...
